22 Jan 2011

Perbandingan Efektivitas Penggunaan Desinfektan Ozonisasi Dan Ultraviolet Pada Air Minum Isi Ulang Di Wilayah Banjarbaru

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bahwasanya air adalah salah satu dari sekian banyak zat yang ada di alam
yang begitu penting bagi kita manusia. Bahkan, air menduduki urutan kedua
sebagai zat penting setelah oksigen. Air tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan,
tanpa air tidaklah mungkin ada kehidupan.sebagai manusia kita memerlukan air
bersih untuk menunjang berbagai aktifitas penting. Air bersih adalah air yang biasa
dipergunakan kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan apabila diminum harus
dimasak terlebih dahulu. Air yang diolah untuk menjadi air bersih berasal dari air
permukaan, mata air, dan air tanah.
Air minum merupakan kebutuhan hidup yang tidak dapat dipisahkan dari
kebutuhan sehari hari. Air minum yang bersih dan sehat mutlak dibutuhkan oleh
setiap manusia untuk tetap bertahan hidup mulai dari masyarakat golongan
ekonomi lemah maupun ekonomi tinggi. Setiap hari dibutuhkan minimal 2 liter air
minum bagi orang dewasa. Pada dasarnya kebutuhan air minum yang bersih dan
sehat ini dapat dipenuhi sendiri oleh setiap rumah tangga dengan cara memasak air
bersih baik dari air PAM ataupun air sumur sampai mendidih. Namun tingginya
aktivitas di luar rumah serta meningkatnya kesejahteraan menyebab kan adanya
tuntutan masyarakat untuk mendapatkan air minum siap pakai yang bersih dan
sehat dengan harga murah. Aktivitas memasak air minum sendiri dinilai tidak
praktis dan ketinggalan zaman. Perubahan paradigma masyarakat ini ditangkap oleh
industri dengan mendirikan industri air minum dalam kemasan. Besarnya animo
masyarakat terhadap produk air minum dalam kemasan ini terlihat dengan makin
suburnya industri air minum dalam kemasan yang tumbuh di sumatera Selatan.
Hampir di setiap kota terdapat industri Air Minum Dalam Kemasan, baik skala
industri kecil sampai industri skala besar. Fenomena ini pun terlihat jelas di kota
banjarbaru.

1.2 Permasalahan
Permasalahan dari proposal yang saya ajukan ini diangkat dari susahnya dewasa
ini kita mendapatkan air bersih yang layak minum.banyak produsen air minum
yang mengklaim bahwa mereka membuat atau mengolah air siap minum.akan
tetapi apakah benar sudah bebas dari berbagai bakteri? Keberadaan produsen isi
ulang terus meningkat sejalan dengan dinamika keperluan masyarakat terhadap air
minum yang bermutu dan aman untuk dikonsumsi. Meski lebih murah, tidak semua
produsen air minum isi ulang terjamin keamanan produknya.
Penggunaan desinfektan ultraviolet dan ozonisasi mampu menurunkan kadar
bakteri coliform dalam air dalam jumlah tertentu.saya akan melakukan
perbandingan keefektifitasan dari proses desinfektan tersebut terhadap air kemasan
isi ulang di wilayah Banjarbaru
Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No.1997/2002 tentang Syarat- syarat
dan Pengawasan Kualitas Air Minum, pengawasan mutu air pada depo air minum
menjadi tugas dan tanggung jawab dinas kesehatan kabupaten/kota. Berdasarkan
paparan di atas, maka perlu dilakukan uji bakteriologis pada air minum isi ulang
yang terdapat di Kota Banjarbaru ini.
Dalam penelitian ini akan dikaji permasalahannya adalah : apakah terdapat cemaran
bakteri koliform dalam air minum isi ulang di kota Banjarbaru dengan uji penduga
( presumtive test )?

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.3.1 Bagi Peneliti
Memberi pengalaman dalam melaksanakan penelitian di Masyarakat
serta Menambah wawasan dan pengetahuan dalam mengembangkan ilmu
pengetahuan yang dimiliki khususnya tentang hubungan sumber air baku,
bahan peralatan, proses pengolahan dengan kontaminasi pada air minum isi
ulang (AMIU) di Banjarbaru pada tahun 2011
1.3.2 Bagi Instansi Terkait
Sebagai bahan masukan dalam upaya peningkatan dan pengawasan
kualitas air minum isi ulang khususnya tentang hubungan sumber air baku ,
bahan peralatan dan proses pengolahan kontaminasi pada air minum isi ulang
di Banjarbaru pada tahun 2011.
1.3.3 Bagi Produsen dan Pekerja Pada Air Minum Isi Ulang
Sebagai bahan masukkan dalam upaya peningkatan kuantitas air minum
isi ulang, baik kepada produsen ataupun pekerja sehingga kualitas air minum
isi ulang tetap terjaga.
1.3.4 Bagi Masyarakat
Memberikan informasi dan pedoman bagi masyarakat dalam memilih
dan mengkomsumsi air minum isi ulang dengan benar.
1.3.5 Bagi Intitusi Pendidikan
Menambah khasanah khususnya dalam hal mikrobiologi air minum isi
ulang, serta sebagai data awal penelitian sejenis khususnya tentang hubungan
sumber air baku , bahan peralatan dan proses pengolahan kontaminasi pada
air minum isi ulang di Banjarbaru pada tahun 2011.

23 Feb 2010

part of makalah pkl

A. Judul
BOD DAN COD SEBAGAI PARAMETER PENCEMARAN AIR

B.Latar Belakang Masalah
Air merupakan sumber daya alam yang diperlukan untuk hajat hidup orang banyak, bahkan oleh semua makhluk hidup. Oleh karena itu, sumber daya air harus dilindungi agar tetap dapat dimanfaatkan dengan baik oleh manusia serta makhluk hidup yang lain. Kehidupan mikroorganisme, seperti ikan dan hewan air lainnya, tidak terlepas dari kandungan oksigen yang terlarut di dalam air, tidak berbeda dengan manusia dan mahluk hidup lainnya yang ada di darat, yang juga memerlukan oksigen dari udara agar tetap dapat bertahan. Air yang tidak mengandung oksigen tidak dapat memberikan kehidupan bagi mikroorganisme, ikan dan hewan air lainnya. Oksigen yang terlarut di dalam air sangat penting artinya bagi kehidupan. Kemajuan industri dan teknologi seringkali berdampak pula terhadap keadaan air lingkungan, baik air sungai, air laut, air danau maupun air tanah. Dampak ini disebabkan oleh adanya pencemaran air yang disebabkan oleh berbagai hal. Salah satu cara untuk menilai seberapa jauh air lingkungan telah tercemar adalah dengan melihat kandungan oksigen yang terlarut di dalam air.
Pada umumnya air lingkungan yang telah tercemar kandungan oksigennya sangat rendah. Hal itu karena oksigen yang terlarut di dalam air diserap oleh mikroorganisme untuk memecah atau mendegradasi bahan buangan organik sehingga menjadi bahan yang mudah menguap (yang ditandai dengan bau busuk). Selain dari itu, bahan buangan organik juga dapat bereaksi dengan oksigen yang terlarut di dalam air organik yang ada di dalam air, makin sedikit sisa kandungan oksigen yang terlarut didalamnya. Bahan buangan organik biasanya berasal dari industri kertas, industri penyamakan kulit, industri pengolahan bahan makanan (seperti industri pemotongan daging, industri pengalengan ikan, industri pembekuan udang, industri roti, industri susu, industri keju dan mentega), bahan buangan limbah rumah tangga, bahan buangan limbah pertanian, kotoran hewan dan kotoran manusia dan lain sebagainya.
Dalam kasus-kasus pencemaran perairan, baik itu laut, sungai, danau maupun waduk, seringkali diberitakan bahwa nilai BOD dan COD perairan telah melebihi baku mutu. Atau sebaliknya, pada kasus pencemaran lainnya yang mendapat protes dari masyarakat sehubungan dengan adanya limbah industri, ditanggapi dengan dalih bahwa nilai BOD dan COD perairan masih memenuhi baku mutu. Di sisi lain, BOD dan COD adalah parameter yang menjadi baku mutu berbagai air limbah industri selain beberapa parameter kunci lainnya.

C.Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka dapat diberikan perumusan masalah tentang apa itu sebenarnya BOD dan COD, bagaimana cara atau prinsip pengukurannya dalam suatu perairan serta cara menurunkan kadar BOD dan COD yang berlebih dalam air limbah atau air tercemar.

D.Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai melalui penulisan ini adalah mengetahui peranan BOD dan COD dalam suatu perairan sebagai parameter kunci baku mutu.

E.Manfaat
Manfaat yang ingin dicapai melalui penulisan ini adalah memahami apa itu BOD dan COD serta cara menurunkan kadar BOD dan COD yang berlebih dalam air limbah atau air tercemar.

18 Okt 2009

kuantitasi mikrobia

TINJAUAN PUSTAKA

Jumlah mikroorganisme dapat dihitung melaluai beberapa cara, namun secara mendasar dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu perhitungan lang sung dan tidak langsung. Perhitungan secara langsung dapat mengetahui beberapa jumlah mikroorganisme pada suatu bahan pada suatu saat tertentu tanpa memberikan perlakuan terlebih dahulu, sedangkan jumlah organisme yang diketahui dari cara tidak langsung terlebih dahulu harus memberikan perlakuan tertentu sebelum dilakukan perhitungan. Perhitungan secara langsung, dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain adalah dengan membuat preparat dari suatu bahan (preparat sederhana diwarnai atau tidak diwarnai) dan penggunaan ruang hitung (counting chamber), sedangkan perhitungan cara tidak langsung hanya untuk mengetahui jumlah mikroorganisme pada suatu bahan yang masih hidup saja (viabel count) (Murray. 1995).
Prinsip metode hitungan cawan adalah sebagai berikut: jika sel mikroba yang masih hidup ditumbuhkan pada medium agar, maka sel mikroba tersebut akan berkembang biak dan membentuk koloni yang dapat dilihat langsung dengan mata tanpa menggunakan mikroskop. Metode hitungan cawan merupakan cara yang paling sensitif untuk menghitung jumlah mikroba karena alasan-alasan sebagai berikut:
1. Hanya sel yang masih hidup yang dihitung.
2. Beberapa jenis mikroba dapat dihitung sekaligus.
Dapat digunakan untuk isolasi dan identifikasi mikroba karena koloni yang terbentuk mungkin berasal dari satu sel mikroba dengan penampakkan pertumbuhan spesifik (Fardiaz, 1993).
Teknik most probable number (MPN) dilakukan dengan pengenceran. Suatu larutan yang mengandung mikroba diencerkan terus- menerus. Misalnya dengan larutan yang berisi 1.000 sel/mL, diencerkan 10 kali menjadi larutan yang berisi 100 sel/mL. Lalu diencerkan lagi 10 kali, sehingga jumlah sel adalah 10 sel/mL, dan diencerkan 10 kali lagi, sehingga hanya terdapat 1 sel/mL, dan diencerkan lagi 10 kali tinggal 0,1 sel/mL (Afrianti, 2004).
Metode MPN terdiri dari tiga tahap, yaitu uji pendugaan (presumtive test), uji konfirmasi (confirmed test), dan uji kelengkapan (completed test). Output metode MPN adalah nilai MPN. Nilai MPN adalah perkiraan jumlah unit tumbuh (growth unit) atau unit pembentuk–koloni (colony–forming unit) dalam sampel. Namun, pada umumnya, nilai MPN juga diartikan sebagai perkiraan jumlah individu bakteri. Satuan yang digunakan, umumnya per 100 mL atau per gram. Jadi misalnya terdapat nilai MPN 10/g dalam sebuah sampel air, artinya dalam sampel air tersebut diperkirakan setidaknya mengandung 10 coliform pada setiap gramnya. Makin kecil nilai MPN, maka air tersebut makin tinggi kualitasnya, dan makin layak minum. Metode MPN memiliki limit kepercayaan 95 persen sehingga pada setiap nilai MPN, terdapat jangkauan nilai MPN terendah dan nilai MPN tertinggi (Krisna, 2005).
Metode MPN terdiri dari tiga tahap, yaitu uji pendugaan (presumtive test), uji konfirmasi (confirmed test), dan uji kelengkapan (completed test). Dalam uji tahap pertama, keberadaan coliform masih dalam tingkat probabilitas rendah; masih dalam dugaan. Uji ini mendeteksi sifat fermentatif coliform dalam sampel. Metode perhitungan MPN sering digunakan dalam pengamatan untuk menghitung jumlah bakteri yang terdapat di dalam tanah seperti Nitrosomonas dan Nitrobacter. Kedua jenis bakteri ini memegang peranan penting dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman, sehubungan dengan kemampuannya dalam mengikat N2 dari udara dan mengubah amonium menjadi nitrat (Lim, 1998).
Output metode MPN adalah nilai MPN. Nilai MPN adalah perkiraan jumlah unit tumbuh (growth unit) atau unit pembentuk-koloni (colony-forming unit) dalam sampel. Namun, pada umumnya, nilai MPN juga diartikan sebagai perkiraan jumlah individu bakteri. Satuan yang digunakan, umumnya per 100 mL atau per gram. Metode MPN memiliki limit kepercayaan 95 persen sehingga pada setiap nilai MPN, terdapat jangkauan nilai MPN terendah dan nilai MPN tertinggi (Hadioetomo, 1993).
Prosedur perhitungan adalah dengan penumbuhan dalam agar. Sampel suspensi sel diinokulasi ke dalam media agar nutrien dan diinkubasi. Lantas jumlah koloni yang terbentuk dihitung. Satu koloni yang terbentuk dari satu sel, maka jumlah koloni menunjukkan jumlah sel dalam larutan asalnya. Prosedur ini hanya menghitung sel-sel yang hidup (Afrianti, 2004).
Bakteri coliform adalah golongan bakteri intestinal, yaitu hidup dalam saluran pencernaan manusia. Bakteri coliform adalah bakteri indikator keberadaan bakteri patogenik lain. Lebih tepatnya, sebenarnya, bakteri coliform fecal adalah bakteri indikator adanya pencemaran bakteri patogen. Penentuan coliform fecal menjadi indikator pencemaran dikarenakan jumlah koloninya pasti berkorelasi positif dengan keberadaan bakteri patogen. Selain itu, mendeteksi coliform jauh lebih murah, cepat, dan sederhana daripada mendeteksi bakteri patogenik lain (Lim, 1998).
Bakteri coliform merupakan parameter mikrobiologis terpenting bagi kualitas air minum. Kelompok bakteri coliform, antara lain Eschericia coli, Enterrobacter aerogenes, dan Citrobacter fruendii. Keberadaan bakteri di dalam air minum itu menunjukkan tingkat sanitasi rendah. Keberadaan bakteri ini juga menunjukkan adanya bakteri patogen lain, misalnya, Shigella, yang menyebabkan diare hingga muntahber (Penn, C. 1991).
Salah satu anggota kelompok coliform adalah E.coli. Karena E.coli adalah bakteri coliform yang ada pada kotoran manusia, maka E.coli sering disebut sebagai coliform fekal. Pengujian coliform jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan uji E.coli karena hanya memerlukan uji penduga yang merupakan tahap pertama uji E.coli (Fardiaz, 1996).

kuantitasi mikrobia

TINJAUAN PUSTAKA

Jumlah mikroorganisme dapat dihitung melaluai beberapa cara, namun secara mendasar dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu perhitungan lang sung dan tidak langsung. Perhitungan secara langsung dapat mengetahui beberapa jumlah mikroorganisme pada suatu bahan pada suatu saat tertentu tanpa memberikan perlakuan terlebih dahulu, sedangkan jumlah organisme yang diketahui dari cara tidak langsung terlebih dahulu harus memberikan perlakuan tertentu sebelum dilakukan perhitungan. Perhitungan secara langsung, dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain adalah dengan membuat preparat dari suatu bahan (preparat sederhana diwarnai atau tidak diwarnai) dan penggunaan ruang hitung (counting chamber), sedangkan perhitungan cara tidak langsung hanya untuk mengetahui jumlah mikroorganisme pada suatu bahan yang masih hidup saja (viabel count) (Murray. 1995).
Prinsip metode hitungan cawan adalah sebagai berikut: jika sel mikroba yang masih hidup ditumbuhkan pada medium agar, maka sel mikroba tersebut akan berkembang biak dan membentuk koloni yang dapat dilihat langsung dengan mata tanpa menggunakan mikroskop. Metode hitungan cawan merupakan cara yang paling sensitif untuk menghitung jumlah mikroba karena alasan-alasan sebagai berikut:
1. Hanya sel yang masih hidup yang dihitung.
2. Beberapa jenis mikroba dapat dihitung sekaligus.
Dapat digunakan untuk isolasi dan identifikasi mikroba karena koloni yang terbentuk mungkin berasal dari satu sel mikroba dengan penampakkan pertumbuhan spesifik (Fardiaz, 1993).
Teknik most probable number (MPN) dilakukan dengan pengenceran. Suatu larutan yang mengandung mikroba diencerkan terus- menerus. Misalnya dengan larutan yang berisi 1.000 sel/mL, diencerkan 10 kali menjadi larutan yang berisi 100 sel/mL. Lalu diencerkan lagi 10 kali, sehingga jumlah sel adalah 10 sel/mL, dan diencerkan 10 kali lagi, sehingga hanya terdapat 1 sel/mL, dan diencerkan lagi 10 kali tinggal 0,1 sel/mL (Afrianti, 2004).
Metode MPN terdiri dari tiga tahap, yaitu uji pendugaan (presumtive test), uji konfirmasi (confirmed test), dan uji kelengkapan (completed test). Output metode MPN adalah nilai MPN. Nilai MPN adalah perkiraan jumlah unit tumbuh (growth unit) atau unit pembentuk–koloni (colony–forming unit) dalam sampel. Namun, pada umumnya, nilai MPN juga diartikan sebagai perkiraan jumlah individu bakteri. Satuan yang digunakan, umumnya per 100 mL atau per gram. Jadi misalnya terdapat nilai MPN 10/g dalam sebuah sampel air, artinya dalam sampel air tersebut diperkirakan setidaknya mengandung 10 coliform pada setiap gramnya. Makin kecil nilai MPN, maka air tersebut makin tinggi kualitasnya, dan makin layak minum. Metode MPN memiliki limit kepercayaan 95 persen sehingga pada setiap nilai MPN, terdapat jangkauan nilai MPN terendah dan nilai MPN tertinggi (Krisna, 2005).
Metode MPN terdiri dari tiga tahap, yaitu uji pendugaan (presumtive test), uji konfirmasi (confirmed test), dan uji kelengkapan (completed test). Dalam uji tahap pertama, keberadaan coliform masih dalam tingkat probabilitas rendah; masih dalam dugaan. Uji ini mendeteksi sifat fermentatif coliform dalam sampel. Metode perhitungan MPN sering digunakan dalam pengamatan untuk menghitung jumlah bakteri yang terdapat di dalam tanah seperti Nitrosomonas dan Nitrobacter. Kedua jenis bakteri ini memegang peranan penting dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman, sehubungan dengan kemampuannya dalam mengikat N2 dari udara dan mengubah amonium menjadi nitrat (Lim, 1998).
Output metode MPN adalah nilai MPN. Nilai MPN adalah perkiraan jumlah unit tumbuh (growth unit) atau unit pembentuk-koloni (colony-forming unit) dalam sampel. Namun, pada umumnya, nilai MPN juga diartikan sebagai perkiraan jumlah individu bakteri. Satuan yang digunakan, umumnya per 100 mL atau per gram. Metode MPN memiliki limit kepercayaan 95 persen sehingga pada setiap nilai MPN, terdapat jangkauan nilai MPN terendah dan nilai MPN tertinggi (Hadioetomo, 1993).
Prosedur perhitungan adalah dengan penumbuhan dalam agar. Sampel suspensi sel diinokulasi ke dalam media agar nutrien dan diinkubasi. Lantas jumlah koloni yang terbentuk dihitung. Satu koloni yang terbentuk dari satu sel, maka jumlah koloni menunjukkan jumlah sel dalam larutan asalnya. Prosedur ini hanya menghitung sel-sel yang hidup (Afrianti, 2004).
Bakteri coliform adalah golongan bakteri intestinal, yaitu hidup dalam saluran pencernaan manusia. Bakteri coliform adalah bakteri indikator keberadaan bakteri patogenik lain. Lebih tepatnya, sebenarnya, bakteri coliform fecal adalah bakteri indikator adanya pencemaran bakteri patogen. Penentuan coliform fecal menjadi indikator pencemaran dikarenakan jumlah koloninya pasti berkorelasi positif dengan keberadaan bakteri patogen. Selain itu, mendeteksi coliform jauh lebih murah, cepat, dan sederhana daripada mendeteksi bakteri patogenik lain (Lim, 1998).
Bakteri coliform merupakan parameter mikrobiologis terpenting bagi kualitas air minum. Kelompok bakteri coliform, antara lain Eschericia coli, Enterrobacter aerogenes, dan Citrobacter fruendii. Keberadaan bakteri di dalam air minum itu menunjukkan tingkat sanitasi rendah. Keberadaan bakteri ini juga menunjukkan adanya bakteri patogen lain, misalnya, Shigella, yang menyebabkan diare hingga muntahber (Penn, C. 1991).
Salah satu anggota kelompok coliform adalah E.coli. Karena E.coli adalah bakteri coliform yang ada pada kotoran manusia, maka E.coli sering disebut sebagai coliform fekal. Pengujian coliform jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan uji E.coli karena hanya memerlukan uji penduga yang merupakan tahap pertama uji E.coli (Fardiaz, 1996).

What Hurts The Most

alwys dgrin lgu ne... lg cck sm mud

I can take the rain on the roof of this empty house
That don't bother me
I can take a few tears now and then and just let ?em out

I'm not afraid to cry every once in a while even though
Goin' on with you gone still upsets me
There are days every now and again I pretend I'm okay
But that's not what gets me

What hurts the most
Was being so close
And havin' so much to say
And watchin' you walk away

And never knowin'
What could've been
And not seein' that lovin' you
Is what I was tryin' to do

It's hard to deal with the pain of losin' you everywhere I go
But I'm doin' it
It's hard to force that smile when I see our old friends and I'm alone
Still harder gettin' up, gettin' dressed, livin' with this regret
But I know if I could do it over
I would trade, give away all the words that I saved in my heart
That I left unspoken

What hurts the most
Is being so close
And havin' so much to say
(Much to say)
And watchin' you walk away

And never knowin'
What could've been
And not seein' that lovin' you
Is what I was tryin' to do, oh
Oh yeah

What hurts the most
Was being so close
And havin' so much to say
(To say)
And watchin' you walk away

And never knowin'
What could've been
And not seein' that lovin' you
Is what I was tryin' to do

Not seein' that lovin' you
That's what I was trying to do, ooo

human touch

tw lirik ne dr org aneh(u know who u R haha.).. tp bgs bgt lirikx


CAN I FIND THE WORDS TO TELL YOU
HOW I LIVE BETWEEN THE WALLS OF STEEL AND STONE
HOW I CLOSE MY EYES TO FIND SOME KIND OF RAPTURE
IN A WORLD WHERE YOU CAN FEEL SO ALL ALONE

INSIDE I'M FULL OF LIGHT AND LAUGHTER
THERE'S A FLAME THAT BURNS IN ME
I NEED A WAY TO SET IT FREE

WHEN YOU FIND LOVE IN YOUR HEART
YOU CAN BELIEVE FROM THE START
DREAMS THEY COME TRUE
IT ALL COMES TO YOU, OH ALL AT ONCE
IF YOU BELIEVE
IN HUMAN TOUCH

I SEE WANTING IN YOUR EYES
AND I WONDER WILL
I ALWAYS THINK OF YOU
DO WE SIMPLY FIND OURSELVES
AWAKENING
AS ANGLES TOUCHED
THE HEARTSTRINGS OF OUR SOULS

WE CAN FIND A WAY
TO BREAK THE MADNESS
TAKE MY HAND AND COME WITH ME
TO A PLACE WHERE WE CAN FEEL

WHEN YOU FIND LOVE IN YOUR HEART
THE LIGHT IN YOUR EYE IS A STAR
CHANGE THAT YOU FEEL
HELPS YOU TO HEAL FROM ALL THE REST
IF YOU BELIEVE
IN HUMAN TOUCH

TELL ME THAT YOUR LOVE
WILL LIVE FOREVER
TAKE YOUR HAND AND TOUCH MY FACE
OH, THE WARMTH OF YOUR SWEET EMBRACE

WHEN YOU FIND LOVE IN YOUR HEART
NOTHING CAN TEAR IT APART
NOT MAN OF STEEL
NOTHING IS REAL EXCEPT FOR LOVE
IF YOU BELIEVE
IN HUMAN TOUCH
IF YOU BELIEVE
IN HUMAN TOUCH

14 Okt 2009

I For You

Hey, the truth is that someone said, hey, that I can't love anyone
I finally realized the significance of meeting you, who is so nervous

If we met one another in order to get hurt, then this is just too sad

I want to tell you something from my heart...
I'm just looking for your true form

You still smile awkwardly, sadness still suits you

If I was born in order to meet you, then I wonder if I can change?...

I want to tell you something from my heart
I'm hurt a little bit too much, but I'll still be on time
I love you from my heart
I want to wipe all of the pain away that falls on you, I for you

I want to tell you something from my heart
If only I can always look upon your smile

I love you from my heart
I want to gather up all of the light that falls on you, I for you