10 Jun 2009

tugas termoo...agustina kariani/h1e107210

(1)

1. Termodinamika adalah sebuah ilmu yang mempelajari tentang semacam terobosan-terobosan dalam membantu semua aktivitas manusia. Termodinamika dalam sistem biologi berarti merupakan pencapain demi kepentingan yang bersifat biologis. Misalnya teori dan alat yang dapat menjelaskan sistem dalam proses bernapas. Mengetahui berbagai siklus, misalnya siklus carnot dan siklus bryton.

2. yang belum diketahui mengenai manfaat dari belajar termodinamika dalam sistem biologis serta penerapannya, penjelasan tentang apa sebenarnya termodinamika hingga menjadi mata kuliah di teknik lingkungan.

3. sda.

Tanggapan:

1. salah satu dari contoh siklus dalam termodinamika dalam system biologi adalah siklus kreb. Siklus Krebs adalah tahapan selanjutnya dari respirasi seluler. Siklus Krebs adalah reaksi antara asetil ko-A dengan asam oksaloasetat, yang kemudian membentuk asam sitrat. Siklus Krebs disebut juga dengan siklus asam sitrat, karena menggambarkan langkah pertama dari siklus tersebut, yaitu penyatuan asetil ko-A dengan asam oksaloasetat untuk membentuk asam sitrat.

2. Sistem termodinamika adalah bagian dari jagat raya yang diperhitungkan di dalam ilmu biologi. Sebuah batasan yang nyata atau imajinasi memisahkan sistem dengan jagat raya, yang disebut lingkungan. Klasifikasi sistem termodinamika berdasarkan pada sifat batas sistem-lingkungan dan perpindahan materi, kalor dan entropi antara sistem dan lingkungan.Ada tiga jenis sistem berdasarkan jenis pertukaran yang terjadi antara sistem dan lingkungan:

1. sistem terisolasi: tak terjadi pertukaran panas, benda atau kerja dengan lingkungan.
Contoh dari sistem terisolasi adalah wadah terisolasi, seperti tabung gas terisolasi.



2. sistem tertutup: terjadi pertukaran energi (panas dan kerja) tetapi tidak terjadi pertukaran benda dengan lingkungan. Rumah hijau adalah contoh dari sistem tertutup di mana terjadi pertukaran panas tetapi tidak terjadi pertukaran kerja dengan lingkungan. Apakah suatu sistem terjadi pertukaran panas, kerja atau keduanya biasanya dipertimbangkan sebagai sifat pembatasnya:
pembatas adiabatik: tidak memperbolehkan pertukaran panas.
pembatas rigid: tidak memperbolehkan pertukaran kerja.

3. sistem terbuka: terjadi pertukaran energi (panas dan kerja) dan benda dengan lingkungannya. Sebuah pembatas memperbolehkan pertukaran benda disebut permeabel. Samudra merupakan contoh dari sistem terbuka.

Dalam kenyataan, sebuah sistem tidak dapat terisolasi sepenuhnya dari lingkungan, karena pasti ada terjadi sedikit pencampuran, meskipun hanya penerimaan sedikit penarikan gravitasi. Dalam analisis sistem terisolasi, energi yang masuk ke sistem sama dengan energi yang keluar dari sistem.

3. sda.

(2)

1. Termodinamika dalam sistem biologi meliputi penggunaan energi dan enzim misalnya berlangsung pada proses respirasi, glikolisis, transport elektron, dll. Dimana hasil dari proses tersebut adalah energi. Di dalamnya juga terdapat yang disebut anabolisme dan katabolisme.

2. yang belum diketahui adalah bagaimana jalan proses termodinamika tersebut dan apakah dapat diterapkan pada makhluk hidup lain misalnya hewan.

3. yang ingin diketahui apakah termodinamika dapat berkembang/upgrade dirinya sendiri.

Tanggapan :

1. secara umum sudah benar. Namun, proses metabolisme sangat erat hubungan dengan yang telah disebut kan di atas (anabolisme dan katabolisme). Metabolisme merupakan modifikasi senyawa kimia secara biokimia di dalam organisme dan sel. Metabolisme mencakup sintesis (anabolisme) dan penguraian (katabolisme) molekul organik kompleks. Metabolisme biasanya terdiri atas tahapan-tahapan yang melibatkan enzim, yang dikenal pula sebagai jalur metabolisme. Metabolism total merupakan semua proses biokimia di dalam organisme. Metabolisme sel mencakup semua proses kimia di dalam sel. Tanpa metabolisme, makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup.

2. yang kita bicaraka disini berkaitan dengan termodinamika dalam sistem biologi. Tentu saja semua makhluk hidup mengalami proses yang ada di dalamnya. Namun istilahnya berbeda-beda antara manusia,hewan dan tumbuhan.

3. termodinamika bukan alat ataupun makhluk hidup yang dapat berkembang.

(3)

1. yang diketahui hanya sedikit tentang metabolisme dalam termodinamika.

2. yang belum diketahui tentang peranan termodinamika dalam sistem biologi.

3. sama seperti di atas.

Tanggapan :

1. Metabolisme adalah proses-proses kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup/sel. Metabolisme disebut juga reaksi enzimatis, karena metabolisme terjadi selalu menggunakan katalisator enzim.

Berdasarkan prosesnya metabolisme dibagi menjadi 2, yaitu:

1. Anabolisme/AsimilasI/Sintesis
yaitu proses pembentakan molekul yang kompleks dengan menggunakan energi tinggi.
Contoh : fotosintesis (asimilasi C)

energi cahaya
6 CO2 + 6 H2O ———————————> C6H1206 + 6 02
klorofil glukosa
(energi kimia)

Pada kloroplas terjadi transformasi energi, yaitu dari energi cahaya sebagai energi kinetik berubah menjadi energi kimia sebagai energi potensial, berupa ikatan senyawa organik pada glukosa. Dengan bantuan enzim-enzim, proses tersebut berlangsung cepat dan efisien. Bila dalam suatu reaksi memerlukan energi dalam bentuk panas reaksinya disebut reaksi endergonik. Reaksi semacam itu disebut reaksi endoterm.

2. Katabolisme (Dissimilasi), yaitu proses penguraian zat untuk membebaskan energi kimia yang tersimpan dalam senyawa organik tersebut.
Contoh:
enzim
C6H12O6 + 6 O2 ———————————> 6 CO2 + 6 H2O + 686 KKal.
energi kimia

Saat molekul terurai menjadi molekul yang lebih kecil terjadi pelepasan energi sehingga terbentuk energi panas. Bila pada suatu reaksi dilepaskan energi, reaksinya disebut reaksi eksergonik. Reaksi semacam itu disebut juga reaksi eksoterm.

2. penjelasannya ada di no 1.

3. sda.

(4)

  1. yang diketahui hanya sedikit tentang energi, metabolisme, anabolisme dan katabolisme.

2. yang belum diketahui tentang jenis,macam dan sistem kerja dari termodinamika dalam sistem biologi.

3. yang ingin diketahui tentang perkembangan sistem tersebut pada zaman sekarang.

Tanggapan :

1. energi atau tenaga ialah kemampuan untuk melakukan pekerjaan atau reaksi. Energi dalam sel ada beberapa bentuk: kinetik, panas, potensial, dan energi kimia. Di dalam thermodinamika yang dipelajari adalah besarnya perubahan dari satu bentuk energi ke bentuk lainnya, bukan menghitung jumlah anergi dari suatu sistem.

Anabolisme adalah suatu peristiwa perubahan senyawa sederhana menjadi senyawa kompleks, nama lain dari anabolisme adalah peristiwa sintesis atau penyusunan. Anabolisme memerlukan energi, misalnya : energi cahaya untuk fotosintesis, energi kimia untuk kemosintesis. Dalam fotosintesis, dihasilkan karbohidrat dan oksigen, oksigen sebagai hasil sampingan dari fotosintesis, volumenya dapat diukur, oleh sebab itu untuk mengetahui tingkat produksi fotosintesis adalah dengan mengatur volume oksigen yang dikeluarkan dari tubuh tumbuhan.

Katabolisme adalah reaksi pemecahan / pembongkaran senyawa kimia kompleks yang mengandung energi tinggi menjadi senyawa sederhana yang mengandung energi lebih rendah. Tujuan utama katabolisme adalah untuk membebaskan energi yang terkandung di dalam senyawa sumber. Bila pembongkaran suatu zat dalam lingkungan cukup oksigen (aerob) disebut proses respirad, bila dalam lingkungan tanpa oksigen (anaerob) disebut fermentasi.

Metabolisme terbagi menjadi 2 bagian, yaitu anabolisme dan katabolisme. Anabolisme adalah reaksi kimia yang memerlukan energi untuk membentuk senyawa kompleks dari senyawa sederhana. Katabolisme adalah reaksi kimia yang menghasilkan energi dengan memecah senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana. Dalam tubuh organisme, terdapat ribuan proses kimia yang berlangsung melibatkjan ribuan enzim. Karena itu, produk suatu enzim bisa menjadi substrat bagi enzim lainnya.

2. berati dapat dikatakan anda tidak memahami konteks dari tema ini.sebaiknya anda banyak mencari referensi yang berkaitan.

3. perkembangan termodinamika dalam sistem biologi tidak dapat terdefinisikan, karena siklus makhluk hidup tidak mengalami perubahan.

(5)

1. sama seperti nomor 4.

2. yang belum diketahui tentang selengkapnya dari nomor 1.

3. yang ingin diketahui tentang aplikasi dalam teknik lingkungan.

Tanggapan :

1.jawaban ada di no. (4)

2.sda

3. kalau mengenai termodinamika dalam sistem biologi menurut saya tidak ada yang dapat diaplikasikan ke lingkungan karena merupakan cabang dari termodinamika yang hanya mempelajari proses-proses yang ada dalam siklus makhluk hidup.

(6)

1. yang diketahui tentang bagaimana mengubah energi panas menjadi energi gerak. Anabolisme, katabolisme dan glikolisis.

2. yang belum diketahui tentang mikroorganisme yang menghasilkan energi, siklus-siklus, dan istilah-istilah.

3. –

tanggapan :

1. Anabolisme adalah suatu peristiwa perubahan senyawa sederhana menjadi senyawa kompleks, nama lain dari anabolisme adalah peristiwa sintesis atau penyusunan. Anabolisme memerlukan energi, misalnya : energi cahaya untuk fotosintesis, energi kimia untuk kemosintesis. Dalam fotosintesis, dihasilkan karbohidrat dan oksigen, oksigen sebagai hasil sampingan dari fotosintesis, volumenya dapat diukur, oleh sebab itu untuk mengetahui tingkat produksi fotosintesis adalah dengan mengatur volume oksigen yang dikeluarkan dari tubuh tumbuhan.

Katabolisme adalah reaksi pemecahan / pembongkaran senyawa kimia kompleks yang mengandung energi tinggi menjadi senyawa sederhana yang mengandung energi lebih rendah. Tujuan utama katabolisme adalah untuk membebaskan energi yang terkandung di dalam senyawa sumber. Bila pembongkaran suatu zat dalam lingkungan cukup oksigen (aerob) disebut proses respirad, bila dalam lingkungan tanpa oksigen (anaerob) disebut fermentasi.

Glikolisis merupakan proses pengubahan molekul sumber energi, yaitu glukosa yang mempunyai 6 atom C manjadi senyawa yang lebih sederhana, yaitu asam piruvat yang mempunyai 3 atom C. Reaksi ini berlangsung di dalam sitosol (sitoplasma). Reaksi glikolisis mempunyai sembilan tahapan reaksi yang dikatalisis oleh enzim tertentu. Dari sembilan tahapan reaksi tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua fase, yaitu fase investasi energi, yaitu dari tahap 1 sampai tahap 4, dan fase pembelanjaan energi, yaitu dari tahap 5 sampai tahap 9.

2. Bakteri Nitrosomonas dan Nitrosococcus memperoleh energi dengan cara mengoksidasi NH3, tepatnya Amonium Karbonat menjadi asam nitrit dengan reaksi:
Nitrosomonas
(NH4)2CO3 + 3 O2
——————————> 2 HNO2 + CO2 + 3 H20 + Energi
Nitrosococcus

  1. -

(7)

  1. yang sudah diketahui tentang hukum ketetapan pada sistem termodinamika serta siklus-siklus anabolisme,katabolisme, dan glikolisis.
  2. yang belum diketahui tentang proses yang terjadi secara biologi pada saat menghasilkan energi.
  3. sama seperti nomor 5.

Tanggapan :

1. Hukum-hukum termodinamika pada prinsipnya menjelaskan peristiwa perpindahan panas dan kerja pada proses termodinamika. Sejak perumusannya, hukum-hukum ini telah menjadi salah satu hukum terpenting dalam fisika dan berbagai cabang ilmu lainnya yang berhubungan dengan termodinamika.

Glikolisis merupakan proses pengubahan molekul sumber energi, yaitu glukosa yang mempunyai 6 atom C manjadi senyawa yang lebih sederhana, yaitu asam piruvat yang mempunyai 3 atom C

Anabolisme adalah suatu peristiwa perubahan senyawa sederhana menjadi senyawa kompleks, nama lain dari anabolisme adalah peristiwa sintesis atau penyusunan. Anabolisme memerlukan energi, misalnya : energi cahaya untuk fotosintesis, energi kimia untuk kemosintesis. Dalam fotosintesis, dihasilkan karbohidrat dan oksigen, oksigen sebagai hasil sampingan dari fotosintesis, volumenya dapat diukur, oleh sebab itu untuk mengetahui tingkat produksi fotosintesis adalah dengan mengatur volume oksigen yang dikeluarkan dari tubuh tumbuhan.

Katabolisme adalah reaksi pemecahan / pembongkaran senyawa kimia kompleks yang mengandung energi tinggi menjadi senyawa sederhana yang mengandung energi lebih rendah. Tujuan utama katabolisme adalah untuk membebaskan energi yang terkandung di dalam senyawa sumber. Bila pembongkaran suatu zat dalam lingkungan cukup oksigen (aerob) disebut proses respirad, bila dalam lingkungan tanpa oksigen (anaerob) disebut fermentasi.

Glikolisis merupakan proses pengubahan molekul sumber energi, yaitu glukosa yang mempunyai 6 atom C manjadi senyawa yang lebih sederhana, yaitu asam piruvat yang mempunyai 3 atom C. Reaksi ini berlangsung di dalam sitosol (sitoplasma). Reaksi glikolisis mempunyai sembilan tahapan reaksi yang dikatalisis oleh enzim tertentu. Dari sembilan tahapan reaksi tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua fase, yaitu fase investasi energi, yaitu dari tahap 1 sampai tahap 4, dan fase pembelanjaan energi, yaitu dari tahap 5 sampai tahap 9.

2. Hubungan energi dengan mahluk hidup memiliki arti pembahasan mengenai reaksi kimia yang terjadi dalam sel. Ada dua reaksi yaitu reaksi endergonik yaitu reaksi yang membutuhkan input atau pemasukan energi atau endergonik berarti energi masuk dan reaksi eksergonik yaitu reaksi kimia yang melepaskan energi atau eksergonik berarti energi keluar .

3.sama dengan no.(5).

(8)

  1. sama seperti nomor 4.
  2. yang belum diketahui tentang manfaat dari mempelajari termodinamika baik untuk kehidupan sehari-hari maupun lingkungan.
  3. yang ingin diketahui tentang termodinamika secara mendalam.

Tanggapan :

1. sama seperti nomor 4.

2. ada satu contoh disini yang akan menjelaskan penerapan hukum termodinamika dalam sebuah eksperimen. MPG Caps (Mileages Per Gallon Capsule) adalah produk yang berbentuk kapsul di gunakan untuk merawat mesin yang di produksi oleh Fuel Freedom Internasional di Amerika Serikat yang 100% terbuat dari bahan organik aktif yang tidak mengandung filter. MPG Caps dapat digunakan untuk semua jenis bahan bakar seperti bensin, solar dan biodiesel. MPG Caps berfungsi untuk meningkatkan mileage per gallon kendaraan, meningkatkan umur klep mesin dan busi mesin, mencegah pembentukan limbah sisa-sisa pembakaran yang tidak diinginkan dalam mesin, mengurangi peningkatan karbondioksida setelah mesin bekerja.

3. banyak - banyaklah mencari referensi mengenai tema ini

(9)

  1. yang sudah diketahui tentang energi kinetik, energi potensial, proses pembentukan energi.
  2. yang belum diketahui tentang istilah-istilah dalam termodinamika.
  3. sama seperti nomor 8.

Tanggapan :

1. Energi potensial ialah energi simpanan. Dalam sel, energi itu tersimpan dalam molekul organik, yang disebut sehari-hari bahan makanan atau nutrien, yaitu karbohidrat, lemak, dan protein. Nutrien ini masuk sel dari cairan interseluler, yang asalnya dibawa darah dari saluran pencernaan.

Energi kinetik ialah energi pergerakan, menggerakkan suatu molekul atau organel dalam sel. Energi panas ialah energi yang menaikkan suhu sesuatu bahan dalam sel. Dalam fisika energi panas dipakai untuk menjalankan mesin dan membangkitkan listrik. Tetapi dalam sel, energi ini tidak bisa dimanfaatkan, paling untuk menaikkan suhu sel. Bahkan sering energi panas itu mengganggu sel, membuat suhunya naik di luar batas toleransi sehingga ia harus membuang panas itu dengan cara menguapkan air. Banyak reaksi kimia dalam tubuh makhluk yang menimbulkan panas dan yang dapat mengganggu aktivitas sel, karena itu harus segera dibuang lewat penguapan.

2. ada beberapa istilah yang akan saya jelaskan, antara lain :

- katabolisme : reaksi pemecahan / pembongkaran senyawa kimia kompleks yang mengandung energi tinggi menjadi senyawa sederhana yang mengandung energi lebih rendah.

- anabolisme : yaitu proses pembentakan molekul yang kompleks dengan menggunakan energi tinggi.
Contoh : fotosintesis (asimilasi C).

_ glikolisis : Glikolisis merupakan proses pengubahan molekul sumber energi, yaitu glukosa yang mempunyai 6 atom C manjadi senyawa yang lebih sederhana, yaitu asam piruvat yang mempunyai 3 atom C.

_ respirasi sel : Jalur anaerob atau jalur fermentasi yaitu jalur metabolisme yang tidak membutuhkan oksigen.

3.sama dengan no.(8)

(10)

1. yang sudah diketahui adalah

energi dalam sistem biologi tidak hanya panas.

Entropy adalah derajat ketidakpastian.

Energi gravitasi adalah energi yang harus ditambahkan untuk membuat molekul bereaksi dengan yang lain.

Faktor yang mempengaruhi pembentukan energi : suhu,pH,konsentrasi.

Proses pembentukan energi : 1) ATP 2) fotosintesis.

Transport elektron adalah sebuah rangkaian dari membran yang berikatan.

2. yang belum diketahui mengapa fotosintesis juga menghasilkan ATP?

Apa yang dimaksud dengan chemiosmosis?

3. yang ingin diketahui tentang energi dalam sistem biologi selain panas, seberapa besar pengaruh konsentrasi dalam pembentukan energi.

Tanggapan :

1. berarti anda sudah memahami garis besar termodinamika dalam sistem biologi

2 Chemiosmosis adalah difusi dari ions disertifikasi selektif-selaput berpori. Secara khusus, ini berhubungan dengan generasi ATP oleh gerakan ions hidrogen di sebuah selaput selular selama respirasi.

3. yang saya ketahui energi selain panas yang ada dalam sistem biologi, ada juga energi gravitasi yakni energi yang harus ditambahkan untuk membuat molekul bereaksi dengan yang lain. Konsentrasi berpengaruh besar terhadap pembentukan energi. Semakin tinggi konsentrasi, maka semakin cepat proses terbentuknya energi.

(11)

1. yang sudah diketahui adalah siklus kreb, glikolisis, pembentukan ATP, respirasi, substrat, pH, pengaruh suhu, transport elektron.

2. yang belum diketahui adalah pembentukan ATP, prinsip kerja serta peranan termodinamika dalam teknik lingkungan.

3. yang ingin diketahui adalah semua yang ada hubungannya antara termodinamika dan teknik lingkungan.

Tanggapan :

  1. 1. Rantai transpor elektron adalah tahapan terakhir dari reaksi respirasi aerob. Transpor elektron sering disebut juga sistem rantai respirasi atau sistem oksidasi terminal. Transpor elektron berlangsung pada krista (membran dalam) dalam mitokondria. Molekul yang berperan penting dalam reaksi ini adalah NADH dan FADH2, yang dihasilkan pada reaksi glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, dan siklus Krebs. Selain itu, molekul lain yang juga berperan adalah molekul oksigen, koenzim Q (Ubiquinone), sitokrom b, sitokrom c, dan sitokrom a.

Siklus Krebs adalah tahapan selanjutnya dari respirasi seluler. Siklus Krebs adalah reaksi antara asetil ko-A dengan asam oksaloasetat, yang kemudian membentuk asam sitrat. Siklus Krebs disebut juga dengan siklus asam sitrat, karena menggambarkan langkah pertama dari siklus tersebut, yaitu penyatuan asetil ko-A dengan asam oksaloasetat untuk membentuk asam sitrat.

Glikolisis merupakan proses pengubahan molekul sumber energi, yaitu glukosa yang mempunyai 6 atom C manjadi senyawa yang lebih sederhana, yaitu asam piruvat yang mempunyai 3 atom C. Reaksi ini berlangsung di dalam sitosol (sitoplasma). Reaksi glikolisis mempunyai sembilan tahapan reaksi yang dikatalisis oleh enzim tertentu. Dari sembilan tahapan reaksi tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua fase, yaitu fase investasi energi, yaitu dari tahap 1 sampai tahap 4, dan fase pembelanjaan energi, yaitu dari tahap 5 sampai tahap 9

2.Pembentukan ATP dari Glukosa

a. Glikolisis aerob.


Reaksi keseluruhan gliolisis aerob adalah:

Glukosa + 2 NAD+ + 2 Pi + 2 ADP ? 2 piruvat + 2 NADH + 4H+ + 2 ATP + 2 H2O

Bila sel mempunyai kapasitas oksidasi yang tinggi, dalam hal ini tersedia sejumlah mitokondria, enzim-enzim mitokondria dan oksigen. NADH akan ditransfer ke rantai transport electron mitokondria dan piruvat akan dioksidasi lengkap menjadi CO2 via siklus asam trikarboksilat (TCA).
Membran mitokondria impermiabel untuk NADH, karena itu transfer ekivalen tereduksi dari sitosol ke dalam mitokondria memerlukan mekanisme shuttle (ulang-alik), baik proses ulang-alik malat-aspartat maupun ulang-alik gliserol 3-fosfat. Dalam oksidasi aerobic glukosa menjadi piruvat dan subsekuen oksidasi menjadi CO2, permolekul glukosa menghasilkan fosfat energi tinggi sebesar 38 ATP

b. Glikolisis Anaerob


Pada kondisi kapasitas oksidatif oleh sel mitokondria terbatas atau karena ketidakadaan oksigen, NADH yang dihasilkan glikolisis direoksidasi melalui perubahan piruvat menjadi laktat oleh laktat dehidrogenase.
Perubahan glukosa menjadi laktat tersebut disebut glikolisis anaerob, yang maksudnya proses ini tidak memerlukan molekul oksigen.

Reaksi keseluruhannya:

Glukosa + 2 ADP + 2 Pi ? 2 laktat + 2 ATP + 4 H+ +2 H2O

Energi yang dihasilkan dari glikolisis anaerobic hanya 2 molekul ATP permolekul glukosa, jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan kondisi aerobic. (lihat table 1.2)

c. Regulator Glikolisis


Fungsi utama glikolisis adalah menghasilkan energi dalam bentuk ATP, maka bila ATP sudah cukup untuk tubuh, glikolisis akan dihentikan. Proses ini dikendalikan melalui enzim-enzim dalam jalur glikolisis yaitu heksokinase, fosfofruktokinase, dan piruvatkinase.
Heksokinase dihambat oleh substrat glukosa 6-P melalui hambatan umpan-balik. Fosfofruktokinase dihambat oleh ATP dan sitrat. Piruvatkinase dihambat oleh ATP dan alanin.

d. Inhibitor glikolisis


Sering disebut sebagai racun jalur glikolisis: 2-deoksiglukosa, reagen sulfhidril, fluoride, dan arsenat. 2-deoksiglukosa merupakan substrat untuk heksokinase yang mirip glukosa. Reagen sulfhidril seperti iodoasetat akan menginaktivasi gliseraldehid 3-P dehidrogenase. Fluorida menghambat enolase denga mengintervensi kompleks enzim substrat. Arsenat mengsubstitusi fosfat anorganik pada reaksi yang dikatalisis gliseraldehid 3-P dehidrogenase sehingga tidak terbentuk 1,3-bifosfogliserat.

e. Energetika Oksidasi Glukosa

di dalam calorimeter, pembakaran 1 molekul glukosa menjadi CO2 dan air akan membebaskan sekitar 2870 kJ dalam bentuk panas. Di dalam jaringan, sebagian energi tidak hilang dalam bentuk panas tetapi dalam bentuk ikatan fosfat energi tinggi sebanyak 38 ATP. Energi dalam bentuk ATP dihasilkan melalui fosforilasi oksidatif di dalam rantai respirasi dan melalui fosforilasi pada tingkat substrat (lihat table 1.1 dan 1.2)
Bila setiap ikatan energi tinggi sebanding dengan 36,8 kJ, maka energi yang diperoleh dalam bentuk ATP sebesar 38x36,8 kJ atau sama dengan 1398,4 kJ. Bila dibandingkan dengan energi yang dihasilkan di dalam calorimeter, maka energi yang diperoleh dalam bentuk ATP hanya sekitar 48,72 %.

3. banyak - banyaklah mencari referensi mengenai tema ini

(12)

1. yang sudah diketahui adalah prinsip kerja termodinamika, misalnya pada proses metabolisme (entropi,pembentukan dan pelepasan energi). Penerapan hukum termodinamika

2. yang belum diketahui adalah prinsip-prinsip termodinamika lainnya dalam sistem biologi selain pada proses metabolisme.

3. yang ingin diketahui adalah aplikasi prinsip-prinsip termodinamika dalam sistem biologi secara lebih rinci.

Tanggapan :

1. entropi adalah keseimbangan termodinamis, terutama mengenai perubahan energi yang hukumnya disebut hukum termodinamika kedua yang menyatakan bahwa semua energi hanya dapat berpindah dari tempat yang mengandung banyak energi ke tempat yang kurang mengandung energi. Konsep entropi dikenalkan karena konsep hukum kelestarian energi tidak cukup untuk menjelaskan perilaku sistem makroskopis. Bola basket yang memantul diatas lantai lama-kelamaan akan diam. Dalam proses itu berlaku hukum kelestarian energi. Tetapi proses sebaliknya tentunya juga akan mematuhi hukum kelestarian energi, sementara proses ini tidak pernah terjadi di alam. Maka diperkenalkan konsep entropi yang digunakan untuk melarang proses terakhir tadi terjadi.Entropi menyatakan tentang arah perubahan distribusi energi. Transfer energi dari derajat kebebasan rendah ke derajat kebebasan tinggi relatif lebih mudah dibandingkan sebaliknya. Pertambahan entropi terkait dengan hilangnya kemampuan untuk melakukan kerja.

Penerapan hukum- hukum termodinamika contohnya adalah mesin carnot

2. 1.Hukum kekekalan energi:Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dihancurkan/dihilangkan. Tetapi dapat ditransfer dengan berbagai cara.Aplikasi: Mesin-mesin pembangkit energi dan pengguna energi. Semuanya hanya mentransfer energi, tidak menciptakan dan menghilangkan.


2. Hukum keseimbangan / kenaikan entropi: Panas tidak bisa mengalir dari material yang dingin ke yang lebih panas secara spontan. Entropi adalah tingkat keacakan energi. Jika satu ujung material panas, dan ujung satunya dingin, dikatakan tidak acak, karena ada konsentrasi energi. Dikatakan entropinya rendah. Setelah rata menjadi hangat, dikatakan entropinya naik.Aplikasi: Kulkas harus mempunyai pembuang panas di belakangnya, yang suhunya lebih tinggi dari udara sekitar.Karena jika tidak Panas dari isi kulkas tidak bisa terbuang keluar.

3. Hukum suhu 0 Kelvin (-273,15 Celcius): Teori termodinamika menyatakan bahwa panas (dan tekanan gas) terjadi karena gerakan kinetik dalam skala molekular. Jika gerakan ini dihentikan, maka suhu material tsb akan mencapai 0 derajat kelvin.Aplikasi: Kebanyakan logam bisa menjadi superkonduktor pada suhu sangat rendah, karena tidak banyak keacakan gerakan kinetik dalam skala molekular yang menggangu aliran elektron.

  1. aplikasi termodinamika dalam sistem biologi secara lebih rinci adalah Semua sistem termasuk mahluk hidup harus memenuhi hukum termodinamika. Dalam setiap proses biologis berlaku hukum kekekalan energi dan berlaku juga hukum bertambahnya entropi alam semesta.
    Mahluk hidup dapat mempertahankan keteraturan karena mahluk hidup mengambil energi dengan entropi rendah dari lingkungan dan membuang energi disipasi dengan entropi tinggi ke lingkungannya.

(13)

1. yang sudah diketahui adalah proses metabolisme yang di dalamnya terdapat proses katabolisme (respirasi) dan anabolisme (fotosintesis). Proses fermentasi pada katabolisme,dll. Kerja enzim beserta faktornya.

2. yang belum diketahui adalah aplikasi dari hukum-hukum termodinamika I,II,dan III dalam sistem biologi.

3. yang ingin diketahui adalah kaitan antara termodinamika dengan sistem biologi beserta prosesnya.

Tanggapan :

1. Berbagai reaksi kimia yang berlangsung dalam tubuh makhluk hidup untuk mempertahankan hidup disebut metabolisme. Metabolisme terbagi menjadi 2 bagian, yaitu anabolisme dan katabolisme. Anabolisme adalah reaksi kimia yang memerlukan energi untuk membentuk senyawa kompleks dari senyawa sederhana. Katabolisme adalah reaksi kimia yang menghasilkan energi dengan memecah senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana. Dalam tubuh organisme, terdapat ribuan proses kimia yang berlangsung melibatkjan ribuan enzim.

2.sama dengan no.13

3. Sistem termodinamika adalah bagian dari jagat raya yang diperhitungkan di dalam ilmu biologi. Sebuah batasan yang nyata atau imajinasi memisahkan sistem dengan jagat raya, yang disebut lingkungan. Mahluk hidup dapat mempertahankan keteraturan karena mahluk hidup mengambil energi dengan entropi rendah dari lingkungan dan membuang energi disipasi dengan entropi tinggi ke lingkungannya

(14)

1. yang sudah diketahui adalah suatu energi yang bersistem biologi atau secara alami. Siklus kreb dan glikolisis.

2. yang belum diketahui adalah cara kerja dari sistem tersebut.

3. yang ingin diketahui adalah proses dalam sistem biologi serta apa saja yang mempengaruhinya.

Tanggapan :

1. Glikolisis merupakan proses pengubahan molekul sumber energi, yaitu glukosa yang mempunyai 6 atom C manjadi senyawa yang lebih sederhana, yaitu asam piruvat yang mempunyai 3 atom C. Reaksi ini berlangsung di dalam sitosol (sitoplasma). Reaksi glikolisis mempunyai sembilan tahapan reaksi yang dikatalisis oleh enzim tertentu. Dari sembilan tahapan reaksi tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua fase, yaitu fase investasi energi, yaitu dari tahap 1 sampai tahap 4, dan fase pembelanjaan energi, yaitu dari tahap 5 sampai tahap 9

  1. glikolisis : Reaksi glikolisis mempunyai sembilan tahapan reaksi yang dikatalisis oleh enzim tertentu, Setiap pemecahan 1 molekul glukosa pada reaksi glikolisis akan menghasilkan produk kotor berupa 2 molekul asam piruvat, 2 molekul NADH, 4 molekul ATP, dan 2 molekul air. Akan tetapi, pada awal reaksi ini telah digunakan 2 molekul ATP, sehingga hasil bersih reaksi ini adalah 2 molekul asam piruvat (C3H4O3), 2 molekul NADH, 2 molekul ATP, dan 2 molekul air. Perlu dicatat, pencantuman air sebagai hasil glikolisis bersifat opsional, karena ada sumber lain yang tidak mencantumkan air sebagai hasil glikolisis.

3. banyak sekali proses-proses yang terjadi dalam termodinamika biologi. Misalnya proses fotosintesis yakni proses perubahan CO2 dan air menjadi bahan kimia organik menggunakan energi dari cahaya disertai pembebasan O2 . faktor yang berpengaruh antara lain suhu, cahaya, konsentrasi, kelembaban,dst.

(15)

1. yang sudah diketahui adalah suatu perubahan energi dalam suatu senyawa dengan melalui beberapa proses (siklus kreb,glikolisis, dll).

2. sama seperti nomor 4.

3. yang ingin diketahui semua proses penting yang ada didalam termodinamika dalam sistem biologi.

Tanggapan :

  1. sama dengan no.15

2. sama seperti nomor 4.

3. proses yang ada dalam termodinamika biologi semuanya penting tergantung kebutuhan masing-masing makhluk hidup.

(16)

1. yang diketahui adalah metabolisme menghasilkan energi. Metabolisme merupakan proses yang ada didalam tubuh.

2. yang belum diketahui adalah semua hal yang berkaitan dengan termodinamika dalam biologi.

3. sama seperti diatas.

Tanggapan :

1. tidak hanya proses metabolisme saja yang menghasilkan energi.

2. apabila anda ingin tau semua hal yang berkaitann dengan tema ini,banyak-banyaklah mencari bahan bacaan/referensi

3..sda

(17)

1. yang sudah diketahui adalah proses yang membentuk enegi dalam tubuh.

2. sama seperti nomor 13.

3. sama seperti nomor 5.

Tanggapan :

1. Ada dua organel yang bertugas sebagai pembangkit energi, yaitu kloroplas dan mitokondria. Kloroplas hanya ada pada sel tumbuhan, sedangkan mitokondria terdapat baik pada sel tumbuhan maupun sel hewan.

Berkat adanya kloroplas maka tumbuhan hijau dapat mengubah energi yang terkandung dalam cahaya matahari menjadi energi potensial. Kloroplas terdapat dalam sel daging daun (mesofil), dan mengandung pigmen klorofil. Klorofil ada dua macam dan bekerja sama untuk meresap energi cahaya matahari, klorofil-1, dan klorofil-2.

Jika sel daun kena sinar matahari orbit elektron molekul klorofil-1 meningkat, menyebabkan terlemparnya elektron ke luar. Elektron itu diterima oleh koenzim NADP (nikotinamaida adenin dinukleotida posfat), sehingga menjadi bentuk ion NADP-. Klorofil-2 juga mengalami kenaikan orbit elektron, terlempar, dan membentur koenzim sitokrom, yang juga terdapat dalam sel daun. Ini mendorong terbentuknya simpanan energi kimia ATP dari ADP dan P.

Air diisap akar dari tanah lalu dialirkan ke sel-sel daging daun. Oleh sinar matahari air ini mengalami disosiasi menjadi ion H+ dan OH-. H+ bereaksi dengan NADP- membentuk NADPH2. ATP jika terurai menjadi ADP dan P akan menghasilkan energi kinetis. Energi ini dipakai untuk mereaksikan NADPH2 dengan CO2. CO2 datang dari udara lewat mulut daun (stoma). Maka dalam sel daun terbentuklah glukosa atau C6H12O6. Hasil tambahan fotosintesa itu ialah oksigen (O2), yang dilepaskan ke udara juga lewat mulut daun:

1) H2O + CO2 - > C6H12O6 + O2

2) ATP -> ADP + P

Dalam hal ini O2 produk tambahan fotosintesa adalah sumber oksigen bagi hewan. Bagi hewan, O2 perlu untuk oksidasi bahan makanan untuk menghasilkan energi berupa ATP. Bagi tumbuhan sendiri O2 digunakan sedikit sekali. Itu karena tumbuhan tidak membutuhkan banyak energi kinetik berupa pergerakan. Oleh karena itu tumbuhan hijau perlu ada di sekitar lingkungan manusia dan hewan.

Meski O2 dapat juga terbentuk di atmosfer bumi dari lapisan ozon (O3), tetapi menurut perkiraan para ahli Ekologi O3 lapisan ozon itu berasal dari, paling tidak dipasok dari, fotosintesa tumbuhan hijau juga.

Tanpa perlu cahaya matahari glukosa akan diubah jadi pati, lemak, protein, dan vitamin, yang kita sebut bahan makanan. Lalu hewan memakan tubuh tumbuhan berupa pucuk, umbi, buah, biji, dan empulur yang mengandung bahan makanan itu.

Meskipun ketiga bahan itu dapat diproduksi oleh sel, namun molekul sederhana atau monomernya didapat dari makanan juga. Glikogen dalam sel disintesa dari monomernya glukosa. Glukosa tidak bisa dibikin sel sendiri. Begitu pula dengan protein. Sel selalu aktif mensintesa protein. Tetapi monomernya berupa asam amino harus didapat dari makanan.

Protein sel beda dengan protein makanan. Protein sel dibikin berdasarkan acuan, ibarat kue, yang khas dimiliki sel itu sendiri dan berbeda antara berbagai spesies dan individu. Berbeda karena berbeda-beda susunan DNA dalam kromosom mereka. Begitu juga dengan lemak, yang berasal dari senyawa asam lemak dan gliserol. Keduanya pada dasarnya tidak bisa disintesa sendiri oleh sel, harus didapat dari makanan.

Bahan makanan orang ada dari tumbuhan, ada dari hewan. Hewan sendiri sama dengan orang, tidak bisa membikin bahan makanan sendiri. Hewan memiliki bahan makanan itu dalam tubuh mereka dalam bentuk daging, karena hewan itu mensintesanya dari monomernya yang diserap dari saluran pencernaan. Sebagian besar hewan adalah herbivora, makan tumbuhan. Jika makanannya hewan, seperti pada karnivora, tubuh mangsa itu berasal dari bahan makanannya berupa tumbuhan juga. Sumber energi yang tidak dapat diperbarukan, yaitu gas bumi, minyak, dan batu bara, sesungguhnya berasal dari pembusukan dan pembatuan tumbuhan, termasuk di dalamnya mikroflora.

Karena tumbuhanlah sumber makanan bagi semua sel makhluk bumi, dan sumber energi adalah makanan, maka tegasnya tumbuhanlah yang jadi sumber energi makhluk di bumi.

Glukosa dapat diubah sel tumbuhan menjadi polimernya yang disebut polisakarida. Pada tumbuhan polisakarida itu disebut amilum (pati). Glukosa dapat pula diubah jadi asam lemak dan gliserol dan dari situ dapat disintesa lemak. Dengan diisapnya ion nitrat dari tanah oleh akar maka glukosa dapat diubah pula menjadi asam-asam amino, dan ini dipakai untuk mensintesa protein.

Dalam sel hewan dan tumbuhan ATP diproduksi oleh mitokondria dengan mengoksidasi bahan makanan (bereaksi dengan O2), yang berasal dari perikatan kembali ADP dan P.

Sumber energi utama bagi sel ialah glukosa. Glukosa secara anaerobis dipecah jadi asam piruvat, dan dari pemecahan ini terbentuk ATP. Asam piruvat kalau cukup oksigen dioksidasi, terbentuk pula ATP. ATP yang terbentuk pada pemecahan kedua dengan oksidasi jauh lebih banyak dari pada pemecahan pertama. Pemecahan pertama disebut pernafasan anaerobis, pemecahan kedua pernafasan aerobis.

***

DALAM sel manusia dan makhluk pada umumnya, perubahan susunan molekul suatu zat selalu disertai dengan terjadinya perubahan energi. Penggunaan atau pengeluaran energi dalam perubahan bentuk molekul itu, akan mengubah tingkat energi potensial jadi lebih rendah/lebih tinggi dari asal.

Mengeluarkan energi (eksergonik) sesungguhnya menyimpan energi dalam ikatan kimia baru yang berenergi potensial lebih rendah dari ikatan kimia semula. Energi kinetis yang dihasilkan adalah dengan lepasnya gugus P dari ATP: ATP -> ADP+P. Menerima energi (endergonik) berarti meresap energi dalam ikatan kimia baru yang energi potensialnya lebih besar dari ikatan kimia semula, dalam hal ini ADP bereaksi kembali dengan P membentuk ATP.

Reaksi 1 (ke kanan) disebut eksergonik, menghasilkan energi. Reaksi 2 (ke kiri) disebut endergonik, menerima (menggunakan) energi.

Contoh reaksi 1) ialah reaksi pernafasan sel. Contoh reaksi 2) ialah fotosintesa pada daun tumbuhan, energi yang dipakai berasal dari cahaya matahari.

Pengeluaran energi pada reaksi ekstergonik biasa berupa panas atau cahaya. Tetapi reaksi kimia dalam sel hampir selalu dijaga bersuhu tetap. Itu karena energi kimia yang lepas diubah dalam bentuk energi kimia dan panas yang keluar sedikit sekali. Yang berperan dalam pemindahan energi dalam sel ialah ATP dan pecahannya berupa ADP dan AMP (ATP = adenosin triposfat; ADP = adenosin diposfat; AMP = adenosin monoposfat).

Kalau satu gugus P (PO4-3, posfat) dikeluarkan dari ATP (A-P-P-P) dan terbentuk ADP (A-P-P) + P, keluar energi sebesar 10 kcal/mol. Begitu pula kalau satu gugus P keluar dari ADP.

Gugus P yang keluar dari ATP atau ADP dapat dipindahkan ke molekul lain disertai dengan pengeluaran panas yang sedikit sekali. P dapat bereaksi kembali dengan ADP membentuk ATP:ADP + P -- ATP. Untuk ini perlu reaksi endergonik. Misalnya mereaksikan asam glutamat dengan amonia (NH3) membentuk glutamin, reaksi adalah endergonik:

asam glutamat + NH3 -- glutamin

ATP ADP + P

Bahan makanan lain, yaitu polisakarida, sukrosa, lemak, dan protein dapat pula jadi sumber energi dengan memecah molekulnya jadi molekul sederhana, baru kemudian masuk reaksi pernafasan.

Penggunaan energi dalam sel sangat irit. Penggunaan energi di alam hanya termanfaatkan sekitar 25 persen, sisanya terbuang berupa panas dan terbentuk banyak ampas berupa asap, jelaga, lelatu, dan gas. Tetapi penggunaan energi dalam sel termanfaatkan sampai 60 persen dan panas yang keluar dan ampas metabolisme sedikit sekali. Ini berkat kehadiran enzim dan ATP-ADP dalam setiap reaksi kimia dalam metabolisme maupun aktivitas lain dalam sel.

Bagi semua makhluk organel pembangkit energi ialah kloroplas dan mitokondria. Kloroplas mengandung klorofil, dan dengan energi cahaya matahari disimpan dalam molekul organik lewat proses fotosintesa. Lewat proses pernapasan mitokondria mengoksidasi molekul organik yang disintesa oleh tumbuhan itu, sehingga terbentuk ATP. Sel hewan tidak memiliki kloroplas, dengan demikian organel pembangkit energi hanya mitokondria.

2. sama seperti nomor 13.

3. sama seperti nomor 5.

(18)

1. yang sudah diketahui adalah siklus termodinamika yang berada dalam keadaan tertentu mengalami rangkaian peristiwa keadaan-keadaan yang berbeda dan akhirnya kembali ke keadaan semula. Juga dapat usaha dalam lingkungannya. Berhubungan dengan energi sederhana mengenai katabolisme yang memecah senyawa komplek contohnya seperti siklus krebs, glikolisis, elektron transport change. Kemudian anabolisme dan katabolisme.

2. sama seperti nomor 16.

3. sama seprti nomor 5.

Tanggapan :

1.jawaban sama dengan no 11

2. sama seperti nomor 16.

3. sama seperti nomor 5.

(19)

1. yang sudah diketahui adalah sistem biologi mengalami berbagai perubahan-perubahan keadaan yang berbeda dengan lingkungannya. Seperti perbedaan temperatur suhu. Penerapan hukum termodinamika yang membantu dalam proses penyusunan energi (anabolisme) serta perombakan energi (metabolisme).

2. sama seperti nomor 13.

3. sama seperti nomor 15.

Tanggapan :

1. Jalur anabolisme yang membentuk senyawa-senyawa dari prekursor sederhana mencakup:

Jalur katabolisme yang menguraikan molekul kompleks menjadi senyawa sederhana mencakup:

2. sama seperti nomor 13.

3. sama seperti nomor 15.

(20)

1. yang sudah diketahui adalah energi merupakan bagian dari termodinamika. Energi adalah kapasitas untuk melakukan kerja,dapat berbentuk kinetik atau potensial. Ada penyusunan energi dari sederhana ke komplek (anabolisme), adapula pemecahan energi (katabolisme). Selain itu,keadaan suhu berpengaruh terhadap metabolisme tubuh. Contohnya enzim.

2. yang belum diketahui adalah penerapan lebih lanjut termodinamika dalam sistem biologi, seperti entropi, hukum-hukum termodinamika.

3.sama seperti diatas.

Tanggapan :

1. Enzim adalah satu atau beberapa gugus polipeptida (protein) yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia. Enzim bekerja dengan cara menempel pada permukaan molekul zat-zat yang bereaksi dan dengan demikian mempercepat proses reaksi. Percepatan terjadi karena enzim menurunkan energi pengaktifan yang dengan sendirinya akan mempermudah terjadinya reaksi. Berdasarkan strukturnya, enzim terdiri atas komponen yang disebut apoenzim yang berupa protein dan komponen lain yang disebut gugus prostetik yang berupa nonprotein. Gugus prostetik dibedakan menjadi koenzim dan kofaktor. Koenzim berupa gugus organik yang pada umumnya merupakan vitamin, seperti vitamin B1, B2, NAD+ (Nicotinamide Adenine Dinucleotide). Kofaktor berupa gugus anorganik yang biasanya berupa ion-ion logam, seperti Cu2+, Mg2+, dan Fe2+. Beberapa jenis vitamin seperti kelompok vitamin B merupakan koenzim. Jadi, enzim yang utuh tersusun atas bagian protein yang aktif yang disebut apoenzim dan koenzim, yang bersatu dan kemudian disebut holoenzim

2. entropi adalah keseimbangan termodinamis, terutama mengenai perubahan energi yang hukumnya disebut hukum termodinamika kedua yang menyatakan bahwa semua energi hanya dapat berpindah dari tempat yang mengandung banyak energi ke tempat yang kurang mengandung energi. Konsep entropi dikenalkan karena konsep hukum kelestarian energi tidak cukup untuk menjelaskan perilaku sistem makroskopis. Bola basket yang memantul diatas lantai lama-kelamaan akan diam. Dalam proses itu berlaku hukum kelestarian energi. Tetapi proses sebaliknya tentunya juga akan mematuhi hukum kelestarian energi, sementara proses ini tidak pernah terjadi di alam. Maka diperkenalkan konsep entropi yang digunakan untuk melarang proses terakhir tadi terjadi.Entropi menyatakan tentang arah perubahan distribusi energi. Transfer energi dari derajat kebebasan rendah ke derajat kebebasan tinggi relatif lebih mudah dibandingkan sebaliknya. Pertambahan entropi terkait dengan hilangnya kemampuan untuk melakukan kerja.

Penerapan hukum- hukum termodinamika contohnya adalah mesin carnot

3. sda

(21)

1. belum mengerti karena tidak hadir

2. sama seperti nomor 20.

3. sda.

Tanggapan :

1.belajar tidak hanya dengan cara old-fashioned(tatap muka dalam kelas).

2. sama seperti nomor 20.

3. sda.

(22)

1. yang sudah diketahui hanya proses fotosintesis,respirasi dan sedikit kerja enzim.

2. sama seperti nomor 16.

3. sda dengan aplikasinya.

Tanggapan :

1. fotosintesis : proses perubahan CO2 dan air menjadi bahan kimia organik menggunakan energi dari cahaya disertai pembebasan O2 .

respirasi : Jalur anaerob atau jalur fermentasi yaitu jalur metabolisme yang tidak membutuhkan oksigen
Organisme yang menggunakan jalur fermentasi adalah sel apa saja yang terdedah dalam kondisi kekurangan atau bahkan tanpa oksigen, bisa bakteri, protista lain yang hidup dalam perut hewan, makanan kaleng, bahkan sel otot kita melakukan jalur anaerob ini.

Kerja enzim : Enzim bekerja dengan cara menempel pada permukaan molekul zat-zat yang bereaksi dan dengan demikian mempercepat proses reaksi. Percepatan terjadi karena enzim menurunkan energi pengaktifan yang dengan sendirinya akan mempermudah terjadinya reaksi. Sebagian besar enzim bekerja secara khas, yang artinya setiap jenis enzim hanya dapat bekerja pada satu macam senyawa atau reaksi kimia. Hal ini disebabkan perbedaan struktur kimia tiap enzim yang bersifat tetap. Sebagai contoh, enzim α-amilase hanya dapat digunakan pada proses perombakan pati menjadi glukosa.

2. sama seperti nomor 16.

3. sda.

(23)

1. yang sudah diketahui sedikit tentang metabolisme dan anabolisme.

2. sama seperti nomor 22

3. yang ingin diketahui adalah penerapan termodinamika dalam masalah lingkungan misalnya sampah,pencemaran tanah dan air tanah.

Tanggapan :

1. saya rasa penjelasannya sudah tertera sebelumnya.

2. sama seperti nomor 22.

3.saat ini saya belum menemukan referensi yang menghubungkan termodinamika dengan lindi ataupun pencemaran tanah.

(24)

1. Yang sudah diketahui adalah tentang energi dan enzim,hukum termodinamika, sel dan entropi, cara kerja enzim beserta faktornya.

2. yang belum diketahui adalah selain yang disebutkan diatas.

3. yang ingin diketahui adalah respirasi seluler, faktor apa saja yang menghambat metabolisme.

Tanggapan :

1. ada beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan energi yakni suhu,pH,konsentrasi dan sumber energi itu sendiri.

2. selain yang telah disebutkan, penjelasan tentang proses-proses lain telah ada di sebutkan di atas. Namun ada yang ingin saya jelaskan disini yakni tentang Kemosintesis yang merupakan proses asimilasi karbon yang energinya berasal dari reaksi-reaksi kimia, dan tidak diperlukan klorofil. Umumnya dilakukan oleh mikroorganisme, misalnya bakteri. Organisme disebut kemoautotrof. Bakteri kemoautotrof ini akan mengoksidasi senyawa-senyawa tertentu dan energi yang timbul digunakan untuk asimilasi karbon.

3. respirasi sel

Jalur anaerob atau jalur fermentasi yaitu jalur metabolisme yang tidak membutuhkan oksigen
Organisme yang menggunakan jalur fermentasi adalah sel apa saja yang terdedah dalam kondisi kekurangan atau bahkan tanpa oksigen, bisa bakteri, protista lain yang hidup dalam perut hewan, makanan kaleng, bahkan sel otot kita melakukan jalur anaerob ini.
Glikolisis juga adalah tahap pertama reaksi jalur anaerob.
Dalam anaerob, glukosa juga dipecah menjadi dua molekul piruvat, nettonya terbentukdua NADH dan dua ATP, tetapi reaksi anaerob tidak memecah glukosa menjadi CO2 dan air sepenuhnya, dan jalur anaerob tidak menghasilkan energi ATP lagi selain yang hasil tahap glikolisis.
Tahap terakhir atau finalnya hanya menghasilkan koenzim NAD+ yang penting untuk proses jalur anaerob. Perhatikan Gambar 2.9
Hasil energi jalur anaerob memang kecil, tetapi itu cukup untuk organisme sel tunggal anaerob. Bahkan dalam kondisi stress jalur anaerob juga terbukti cukup menyediakan energi yang diperlukan bagi sel hewan yang terdedah dalam kondisi anaerob atau kekurangan oksigen.
Seringkali molekul laktat disebut asam laktat.
Namun demikian bentuk ion (laktat) lebih umum terdapat dalam sel. Jalur fermentasi laktat umum pada jalur anaerob ini.
Beberapa sel hewan juga dapat melakukan fermentasi laktat untuk memperoleh energi ATP dengan cepat.
Contoh klasik adalah apabila pada atlit lari cepat, untuk pemenuhan energi yang cepat dan segera untuk lari cepat, sel otot atlit tersebut melakukan fermentasi laktat.
Jalur fermentasi alkohol, adalah jalur lain respirasi anaerob.
Dalam jalur ini masing-masing molekul pirivat hasil tahap glikolisis disusun menjadi senyawa intermedier yang disebut asetildehid.
Bila molekul asetildehid ini menerima hidrogen dan elektron dari NADH, maka akan diuabh menjadi etanol, yaitu produk akhir jalur ini.
Yeast, organisme sel tunggal eukariot fungi menggunakan jalur anaerob fermentasi alkohol ini. Ingat adonan roti? Itulah kerja organisme ini, yang memetabolisme gula dengan mengeluarkan CO2 yang mengembangkan adonan roti. Pabrik bir dan anggur juga memanfaatkan organisme yang menempuh jalur fermentasi alkohol ini.
Ada lagi jalur penghasil energi yang bukan respirasi aerob dan bukan fermentasi, dan khususnya yang dilakukan bakteri. Jalur yang sangat tidak umum ini mempengaruhi siklus global akan sulfur, nitrogen, dan elemen vitasl lain dan mempengaruhi ketersediaan nutrisi organisme disebut jalur transport elektron anaerob.
Transport elektron secara anaerob adalah jalur yang umum dilakukan oleh beberapa bakteri. Elektron dipisahkan dari komponen organik dan dikirim ke sistem transport yang terdapat dalam plasma membran. Energi yang dihasilkan akibat proses ini sangat bervariasi.
Suatu komponen inorganik dalam lingkungan seringkali merupakan penangkap elektron terakhir.
Contohnya, bakteri anaerob tertentu yang hidup di tanah berlumpur basah memisahkan elektron dari suatu atau beberapa komponen dan membuangnya ke gugus sulfat (SO4), menghasilkan H2S yang berbau.
Jadi dalam transport elektron anaerob, senyawa inorganik, bukan oksigen adalah penangkap elektron terakhir.
Fotosintesis: jalur metabolisme yang memerlukan energi
fotosintesis adalah proses bagaimana tanaman membuat molekul makanan dengan menggunakan sinar matahari dari bahan dasar karbon dioksida dan air
Proses ini amat penting bagi kelestarian organisme di dunia karena proses inilah yang menyebabkan makanan organisme tersedia baik untuk tanaman, hewan, jamur dan bakteri.
Proses ini merupakan jalur utama metabolisme yang membutuhkan energi
Energi untuk proses ini diperoleh dari energi matahari yang di dalam proses fotosintesis diubah menjadi energi bentuk lain (ATP) dan selanjutnya energi ATP diubah atau digunakan untuk sintesis komponen organik
Proses tersebut terjadi di dalam organel kloroplast, pada sel tanaman yang disebut mesofil yaitu jaringan hijau di bagian dalam daun
Persamaan sebagai penyederhanaan proses fotosintesis yang sebenarnya kompleks.
6CO2 + 12H2O + energi sinar matahari à C6H12O6 + 6H2O + 6O2
Dalam proses fotosintesis ada dua tahapan, di mana masing-masing tahap terdiri atas beberapa langkah
Tahap pertama disebut reaksi sinar, yaitu reaksi perubahan energi matahari menjadi energi kimia dengan menghasilkan oksigen sebagai hasil sampingnya.
Tahap pertama fotosintesis adalah langkah-langkah penyerapan energi matahari oleh klorofil dan perubahannya menjadi energi kimia dalam bentuk ATP dan NADH dan terjadi pada membran bagian dalam, yaitu sistem membran tylakoid.
Langkah tahap reaksi yang tergantung adanya sinar ini (karenanya disebut reaksi sinar) ada tiga langkah, yaitu:
(1) langkah pertama penyerapan energi matahari oleh pigmen dan menghasilkan elektron;
(2) langkah kedua adalah pemindahan elektron dan hidrogen menghasilkan ATP dan NADPH;
(3) langkah ketiga, pigmen yang memberikan elektron pada langkah pertama memperoleh atau mengambil elektron kembali.
Sistem penangkapan energi matahari dengan hasil molekul energi (a.l. ATP) tersebut disebut fotosistem. Dalam membran tylakoid, ada dua fotosistem yang menghasilkan elektron melalui dua sistem transport elektron yang berbeda.
Tanaman, oleh karenanya, dapat membuat ATP dengan dua jalur yang berbeda, satu jalur siklus dan satunya jalur yang nonsiklus. Jalur yang siklus pembentukan ATP dikenal sebagai fotosistem I dan mungkin jalur pembentukan ATP yang tertua.
Jalur yang nonsiklus saat ini mendominasi pembentukan ATP dan dikenal dengan fotosistem II.
Dalam fotosistem II ada proses fotolisis, yaitu rangkaian reaksi pemecahan molekul air menjadi ion oksigen dan hidrogran dan elektron.
Elektron hasil fotosistem II diberikan ke fotosistem I (Gambar 2.10).
Pada tahap pertama fotosintesis reaksi terang ini, gula belum dibentuk, gula baru terbentuk setelah melewati tahap kedua.
Tahap kedua dikenal sebagai siklus Calvin (atau buku lain menulis siklus Calvin-Beson, penemunya) yaitu suatu reaksi berurutan pembentukan molekul gula dari bahan dasar CO2 dan energi hasil proses reaksi sinar (nama Calvin diambil untuk penghargaan peraih Nobel Melvin Calvin yang mempelajari ini secara detail dan menerangkan bahwa fotosintesis berarti dua kata dari dua proses, yaitu foto atau tahap reaksi sinar dan sintesis yang berarti pembentukan)
Tempat terjadinya reaksi tahap kedua adalah di stroma klorofil
Pembentukan komponen organik pada tahap kedua ini tidak secara langsung tergantung ada tidaknya energi sinar matahari, bahkan dalam kondisi gelap sekalipun sepanjang ada ATP dan NADPH
Proses tersebut dimulai dari masuknya molekul CO2 ke dalam siklus Calvin disebut juga fiksasi karbon. Yaitu ketika molekul CO2 yang masuk melalui stomata ditangkap oleh atau terikat oleh enzim ribulosa bifosfat (sering disingkat RuBP).
Setelah fiksasi karbon, enzim dalam siklus Calvin membuat gula dengan cra mereduksi terus ataom-atom karbon dengan menambahkan elektron berenergi tinggi ke dalamnya dengan ion H+.

(25)

1. Yang sudah diketahui adalah tentang energi, hukum termodinamika, anabolisme dan katabolisme.

2. sama dengan nomor 24.

3. sama seperti nomor 5.

Tanggapan :

1. saya rasa rata-rata sudah di jelaskan sebelumnya.

2. sama seperti nomor 24.

3. sama seperti nomor 5.

(26)

1.Yang sudah diketahui adalah penerapan siklus-siklus dan pentingnya termodinamika dalam sistem biologi dalam lingkungan hidup.

2. Sama seperti nomor 4.

3. Sama seperti nomor 5.

Tanggapan :

1.penerapan siklus tidak bisa kita rasakan secara langsung,karena bersifat secara biologis.

2. sama seperti nomor 4.

3. sama seperti nomor 5.

(27)

1. Sama seperti nomor 25.

2. Sama seperti nomor 20

3. sama seperti nomor 5.

Tanggapan :

Penjelasannya sudah tercantum sebelumnya.

(28)

1.yang sudah diketahui adalah hubungan antara termodinamika dalam sistem biologi dengan sistem kerja pada makhluk hidup. Dalam tubuh kita juga terjadi sebuah sistem/siklus.dalam termodinamika dikenal dengan siklus carnot dimana reversible/berbalik seperti semula,misalnya panas menjadi dingin. Begitupula pada tubuh kita, seperti terbentuknya enzim dan ATP/energi,entalpi.

  1. sama seperti nomor 16.
  2. yang ingin diketahui adalah apakah semua siklus secara umum dalam termodinamika terjadi juga dalam termodinamika dalam sistem biologi.

Tanggapan :

1. Enzim adalah satu atau beberapa gugus polipeptida (protein) yang berfungsi sebagai katalis (senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) dalam suatu reaksi kimia. Enzim bekerja dengan cara menempel pada permukaan molekul zat-zat yang bereaksi dan dengan demikian mempercepat proses reaksi. Percepatan terjadi karena enzim menurunkan energi pengaktifan yang dengan sendirinya akan mempermudah terjadinya reaksi.

Entalpi adalah istilah dalam termodinamika yang menyatakan jumlah energi internal dari suatu sistem termodinamika ditambah energi yang digunakan untuk melakukan kerja.

  1. sama seperti nomor 16.
  2. siklus secara umum dalam termodinamika jelas berbeda dengan siklus yang ada dalam termodinamika dalam biologi karena penerapannya berbeda.

(29)

1. Yang sudah diketahui adalah mengenai daur energi dalam makhluk hidup.

2. sama seperti nomor 16.

3. sda.

Tanggapan :

1. Di alam terdapat daur energi antar-makhluk. Oleh fotosintesa dan energi matahari terbentuk bahan organik. Bahan organik tumbuhan dimakan hewan. Selain jadi bahan baku sel baru, ia diubah jadi energi. Ampas pernapasan CO2 + H2O dari hewan dipakai tumbuhan untuk fotosintesa, ampas metabolisme dan busukan tubuhnya juga sumber nitrat dan diubah jadi protein oleh tumbuhan.

2. sama seperti nomor 16.

3. sda.

(30)

1. yang belum diketahui banyak sekali

2. sda

3. sama seperti nomor 5 ditambah dengan usulan praktek lapangan.

Tanggapan :

1. sama saja artinya anda tidak notice dengan dosen

2. sda. Kalau secara teori sebagian besar sudah ada penjelasannya pada nomor sebelumnya.

3. sama seperti nomor 5. dalam termodinamika dalam biologi tidak ada hubungannya dengan praktek lapangan, karena yang dipelajari adalah sistem yang bersifat biologi yang tentunya ada di dalam tubuh makhluk hidup.

(31)

1. sama seperti nomor 30.

2. sama seperti nomor 1.

3. sda.

Tanggapan :

Penjelasannya telah tercantum sebelumnya.

(32)

1. yang sudah diketahui adalah termodinamika dalam sistem biologi berhubungan dengan energi yang terdapat dalam makhluk hidup untuk melakukan kerja. Selain itu, mengenai tentang metabolisme dalam tubuh (anabolisme,katabolisme), fotosintesis, respirasi dan fermentasi yang di dalamnya mempelajari tentang tahap-tahap pembentukan ATP (energi).

2. sama dengan nomor 1.

3. sda.

Tanggapan :

1. saya rasa, penjelasan secara umum sudah mencakup semuanya.

2. sama dengan nomor 1.

3. sda.

(33)

1. sama seperti nomor 23

2. sama seperti nomor 30.

3. sda.

Tanggapan :

Penjelasan sudah tercantum sebelumnya.

(34)

1. sama seperti nomor 11.

2. sama seperti nomor 12.

3. yang ingin diketahui adalah mengapa dalam biologi mempelajari termodinamika.

Tanggapan :

1. sama seperti nomor 11.

2. sama seperti nomor 12.

3. kita harus tahu apa yang dimaksud dengan termodinamika

(35)

1. sama seperti nomor 32.

2. sama seperti nomor 8.

3. sda.

Tanggapan :

Penjelasannya sudah dijelaskan sebelumnya.

(36)

1. yang sudah diketahui adalah hubungan kekekalan energi dengan sistem respiasi sel dalam pembentukan energi. Artinya energi dalam sel tidak berkurang atau berlebih tetapi terjadi perubahan dalam suatu sel.

2. sama seperti nomor 8.

3. yang ingin diketahui adalah apakah olahraga atau aktivitas yang menghasilkan panas tubuh meningkat bisa menjadi salah satu contoh termodinamika dalam sistem biologi.

Tanggapan :

1.berarti anda telah memahami secara garis besar tema ini

2. sama seperti nomor 8.

3. segala bentuk proses yang ada dalam tubuh menerapkan prinsip termodinamika biologi misalnya sel otot kita yang melakukan jalur anaerob.

(37)

1. sama seperti nomor 24.

2. sama dengan nomor 1.

3. sda.

Tanggapan :

Telah dijelaskan dalam nomor sebelumnya

(38)

  1. yang sudah diketahui adalah hukum I termodinamika yang menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan. Bagaimana cara kera enzim yang berperan dalam siklus metabolik yang dalam pelaksaan enzim terdiri dari co-enzim, co-factor,dll.
  2. yang belum diketahui adalah cells dan entropy. Segala yang berhubungan dengan termodinamika dalam biologi.
  3. sda.

Tanggapan :

  1. saya setuju dengan apa yang anda sebutkan karena Hukum Termodinamika Pertama berbunyi "energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan tetapi dapat dikonversi dari suatu bentuk ke bentuk yang lain." Hukum pertama adalah prinsip kekekalan energi yang memasukan kalor sebagai model perpindahan energi. Menurut hukum pertama, energi dalam suatu benda dapat ditingkatkan dengan menambahkan kalor ke benda atau dengan melakukan usaha pada benda. Hukum pertama tidak membatasi tentang arah perpindahan kalor yang dapat terjadi.

2. entropi adalah keseimbangan termodinamis, terutama mengenai perubahan energi yang hukumnya disebut hukum termodinamika kedua yang menyatakan bahwa semua energi hanya dapat berpindah dari tempat yang mengandung banyak energi ke tempat yang kurang mengandung energi. Konsep entropi dikenalkan karena konsep hukum kelestarian energi tidak cukup untuk menjelaskan perilaku sistem makroskopis. Bola basket yang memantul diatas lantai lama-kelamaan akan diam. Dalam proses itu berlaku hukum kelestarian energi. Tetapi proses sebaliknya tentunya juga akan mematuhi hukum kelestarian energi, sementara proses ini tidak pernah terjadi di alam. Maka diperkenalkan konsep entropi yang digunakan untuk melarang proses terakhir tadi terjadi.Entropi menyatakan tentang arah perubahan distribusi energi. Transfer energi dari derajat kebebasan rendah ke derajat kebebasan tinggi relatif lebih mudah dibandingkan sebaliknya. Pertambahan entropi terkait dengan hilangnya kemampuan untuk melakukan kerja.

  1. sda

(39)

1. yang sudah diketahui adalah peran enzim sebagai katalisator dalam proses mendapatkan energi.

2. yang belum diketahui adalah bentuk-bentuk energi dalam termodinamika biologi.

3. yang ingin diketahui adalah keuntungan dari mempelajari termodinamika.

Tanggapan :

1. Dewasa ini, enzim adalah senyawa yang umum digunakan dalam proses produksi. Enzim yang digunakan pada umumnya berasal dari enzim yang diisolasi dari bakteri. Penggunaan enzim dalam proses produksi dapat meningkatkan efisiensi yang kemudian akan meningkatkan jumlah produksi.

2. sama saja dengan bentuk-bentuk energi termodinamika yang biasanya.enerfi kinetik,energi potensial dll.

3. telah dijelaskan dalam nomor sebelumnya

(40)

1. sama seperti nomor 24.

2. yang belum diketahui adalah pencocokan bentuk enzim.

3. yang ingin diketahui adalah termodinamika pada makhluk hidup yang berbeda apakah juga berbeda.

Tanggapan :

telah dijelaskan dalam nomor sebelumnya

(41)

1. yang sudah diketahui adalah semua makhluk hidup memerlukan energi untuk melakukan aktivitas, mulai dari yang bertindak sebagai produsen sampai dekomposer.

2. sama seperti nomor 16.

3. sda.

Tanggapan :

telah dijelaskan dalam nomor sebelumnya

(42)

1. sama seperti nomor 41

2. yang belum diketahui adalah bagaimana termodinamika yaitu suatu sistem yang berkaitan dengan perubahan entalpi dapat mempengaruhi kerja fotosintesis pada suatu tumbuhan.

3. yang ingin diketahui adalah mengapa selama ini termodinamika yang berhubungan dengan sistem perubahan energi (kimia) dihubungkan dengan sistem biologi.

Tanggapan :

telah dijelaskan dalam nomor sebelumnya

(43)

1. sama dengan nomor 41.

2. sama seperti nomor 16.

3. sama seperti nomor 5.

Tanggapan :

telah dijelaskan dalam nomor sebelumnya

(44)

1. yang sudah diketahui adalah pengertian energi baik kinetik maupun potensial, hukum-hukum termodinamika yang berkaitan dalam sistem biologi, entropi, katalis, enzim yang lebih efisien dalam sistem biologi tersebut,faktor-faktor yang mempengaruhi cepatnya reaksi berlangsung, organel-organel yang mengandung klorofil.

2. sama seperti nomor 8.

3. sama seperti nomor 12.

Tanggapan :

Berarti anda telah memahami secara garis besar materi ini, dan yang lainnya telah dijelaskan dalam nomor sebelumnya

(45)

1. yang sudah diketahui adalah suhu berpengaruh terhadap suatu sistem / proses biologi misalnya kerja enzim pada manusia,fotosintesis atau sistem metabolisme dalam makhluk hidup. Sedikit mengenai aplikasi hukum termodinamika dalam biologi.

2. yang belum diketahui adalah pengaruh suhu terhadap pertumbuhan. Aplikasi dalam teknik lingkungan misalnya suatu pengolahan airdengan sistem biologidan kaitannya dengan penerapan ilmu termodinamika.

3. sda.

Tanggapan :

1. telah dijelaskan di nomor sebelumnya

2. saya masih belum menemukan referensi mengenai hal tersebut

3. sda

(46)

1. yang sudah diketahui adalah termodinamika merupakan suatu energi yang tidak dapat diciptakan. Energi diperoleh dari makanan yang kita makan,dengan proses kimia maka terbentuklah energi.

2. yang belum diketahui adalah proses kimia terbentuknya energi dalam tubuh, bentuk-bentuk energi serta aplikasi dalam teknik teknik lingkungan.

3. yang ingin diketahui adalah hukum termodinamika dalam biologi,enzim apa saja yang mempercepat reaksi kimia.

Tanggapan :

  1. 1.telah dijelaskan di nomor sebelumnya
  2. ENERGI atau tenaga ialah kemampuan untuk melakukan pekerjaan atau reaksi. Energi dalam sel ada beberapa bentuk: kinetik, panas, potensial, dan energi kimia
  3. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kerja enzim diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Suhu
Enzim tidak dapat bekerja secara optimal apabila suhu lingkungan terlalu rendah atau terlalu tinggi. Jika suhu lingkungan mencapai 0° C atau lebih rendah lagi, enzim tidak aktif. Jika suhu lingkungan mencapai 40° C atau lebih, enzim akan mengalami denaturasi (rusak). Suhu optimal enzim bagi masing-masing organisme berbeda-beda. Untuk hewan berdarah dingin, suhu optimal enzim adalah 25° C, sementara suhu optimal hewan berdarah panas, termasuk manusia, adalah 37° C.

2. pH (Tingkat Keasaman)
Setiap enzim mempunyai pH optimal masing-masing, sesuai dengan "tempat kerja"-nya. Misalnya enzim pepsin, karena bekerja di lambung yang bersuasana asam, memiliki pH optimal 2. Contoh lain, enzim ptialin, karena bekerja di mulut yang bersuasana basa, memiliki pH optimal 7,5-8.

3. Aktivator dan Inhibitor
Aktivator adalah zat yang dapat mengaktifkan dan menggiatkan kerja enzim. Contohnya ion klorida, yang dapat mengaktifkan enzim amilase.
Inhibitor adalah zat yang dapat menghambat kerja enzim. Berdasarkan cara kerjanya, inhibitor terbagi dua, inhibitor kompetitif dan inhibitor nonkompetitif. Inhibitor kompetitif adalah inhibitor yang bersaing aktif dengan substrat untuk mendapatkan situs aktif enzim, contohnya sianida bersaing dengan oksigen dalam pengikatan Hb. Sementara itu, inhibitor nonkompetitif adalah inhibitor yang melekat pada sisi lain selain situs aktif pada enzim, yang lama kelamaan dapat mengubah sisi aktif enzim.

4. Konsentrasi enzim dan substrat
- Semakin tinggi konsentrasi enzim akan semakin mempercepat terjadinya reaksi. Dan konsentrasi enzim berbanding lurus dengan kecepatan reaksi.
- Jika sudah mencapai titik jenuhnya, maka konsentrasi substrat berbanding terbalik dengan kecepatan reaksi.

(47)

1. sama seperti nomor 46.

2. sama seperti nomor 16.

3. sda.

Tanggapan :

telah dijelaskan di nomor sebelumnya

(48)

1. yang sudah diketahui adalah beberapa hukum termodinamika (0,1,2, dan 3). Proses katabolisme dan anabolisme dalam tubuh manusia. Juga terdapat pada proses respirasi dan fotosintesis.

2. sama seperti nomor 16.

3. sda.

Tanggapan :

Berarti anda telah memahami materi ini.dan pertanyaan yang lain telah dijelaskan pada nomor sebelumnya.

(49)

1. yang sudah diketahui adalah bahwa seluruh benda yang ada di bumi harus ada dalam ketidakseimbangan, karena jika telah dalam keseimbangan maka benda tersebut akan hancur termasuk di dalam tubuh kita. Termodinamika berperan dalam proses metabolisme, anabolisme, katababolisme energi di dalam sel tubuh.

2. yang belum diketahui adalah sistem hukuk termodinamika di dalam proses biologi sel diantaranya respirasi dan fotosintesis serta aplikasi dalam teknik lingkungan.

3. sda.

Tanggapan :

Berarti anda telah memahami materi ini.dan pertanyaan yang lain telah dijelaskan pada nomor sebelumnya

(50)

1. sama seperti nomor 50.

2. sama seprti nomor 16.

3. sda.

Tanggapan :

telah dijelaskan pada nomor sebelumnya

(51)

1. yang sudah diketahui adalah kerja enzim, fotosintesis, energi dan makanan, co enzim, co faktor, proses transfer energi di dalam makhluk hidup khususnya tentang ATP, entalpi, metabolisme,katabolisme. Termodinamika sendiri adalah ilmu yang mempelajari pergerakkan panas atau thermo. Sehingga jika dalam biologi berarti proses pergerakkan panas secara biologi.

2. sama seperti nomor 16.

3. yang ingin diketahui adalah pengertian entalpi secara sederhana dan mengapa di dalam termodinamika ada sistem biologi.

Tanggapan :

telah dijelaskan pada nomor sebelumnya.

Entalpi adalah istilah dalam termodinamika yang menyatakan jumlah energi internal dari suatu sistem termodinamika ditambah energi yang digunakan untuk melakukan kerja. Secara matematis, entalpi dapat dirumuskan sebagai berikut:

H = U + PV \,

di mana:

* H = entalpi sistem (joule)

* U = energi internal (joule)

* P = tekanan dari sistem (Pa)

* V = volume sistem (m2)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar